Kiat Untuk Pembatasan BBM Bersubsidi

Pemerintah telah merencanakan untuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi mulai tahun ini. Ada kekhawatiran dari pemerintah jika BBM bersubsidi tidak dibatasi penggunaanya akan dapat menghabiskan dana subsidi yang melebihi anggaran dan ujungnya rakyat yang akan dirugikan. karena uang yang seharusnya dapat digunakan untuk pembangunan dibidang lain terpaksa digunakan untuk memberikan subsidi BBM. padahal banyak juga yang menggunakan BBM bersubsidi ternyata orang yang tidak layak disubsidi alias orang yang mampu.

Memang kalau kita lihat, kendaraan di jalan baik itu mobil ataupun sepeda motor perkembangannya sangat pesat. jumlah kendaraan yang digunakan setiap harinya terus bertambah. akibatnya tentu saja konsumsi BBM juga kebih besar. Dengan harga BBM subsidi (premium) yang sama seragam seluruh Indonesia membuat BBM Premium menjadi andalan setiap pengguna kendaraan. Tidak terkecuali kendaraan yang mewah ataupun kendaraan yang dimiliki oleh orang yang sebenarnya mampu untuk tidak disubsidi.

Secara logika, memang pemilik mobil mewah harusnya mampu untuk membeli BBM Non Subsidi. ataupun jangan mobil mewah, orang yang mampu membeli mobil keluaran terbaru harusnya mampu untuk membeli BBM bersubsidi. Tapi apa yang terjadi di lapangan. Mobil keluaran baru ternyata juga ikut menikmati BBM Premium yang artinya juga menikmati subsidi dari pemerintah. Kalau yang namanya harga murah ya pasti dicari orang, begitulah kira-kira.

Nah, untuk itulah pemerintah akan menerapkan pembatasan untuk BBM bersubsidi. Nantinya tidak semua orang yang menggunakan BBM subsidi, hanya bagi yang memenuhi syarat tertentu saja yang boleh menggunakan BBM Subsidi. Misalnya saja angkutan umum, angkutan niaga, sepeda motor, mobil lama dengan spesikasi BBM premium.

langkah yang bijak sebenarnya. Tapi, seperti biasa, pasti ada pro dan kontra. bagaimana caranya mengimplementasikan kebijakan tersebut tanpa adaya gejolak pada masyarakat.

harga pertamax memang jauh diatas premium, hampir 1,5 kali diatas premium. harga yang berbeda-beda di setiap daerah. Di jakarta malah lebih murah daripada daerah lain. di luar jawa lebih mahal lagi. Itu mungkin soal yang pertama. seandainya saja harga pertamax ada di bawah Rp 6000 mungkin tidak terlalu berat untuk meninggalkan premium. Mungkin pertamina perlu mengeluarkan produk baru BBM dengan harga dibawah pertamax untuk mengurangi penggunaan Premium.

Hal yang kedua, belum semua SPBU menjual pertamax. daripada kesulitan ketika di luar kota atau daerah tertentu yang jarang jual pertamax, mendingan pakai premium saja. Perlu ada kebijakan kalau semua SPBU wajib menjual pertamax. kalau perlu jumlah dispenser untuk pertamax lebih banyak daripada premium, biar yang membeli premium menjadi antri dan beralih ke pertamax.

kebijakan yang tidak populer bisa juga diterapkan. naikkan harga premium, selain beban subsidi berkurang, jika selisih yang tidak terlalu besar antara premium dan pertamax namun kualitas jauh lebih baik pertamax akan banyak yang menggunakan pertamax.

2 Komentar

Filed under gaya hidup, otomotif

2 responses to “Kiat Untuk Pembatasan BBM Bersubsidi

  1. Salam kenal jangan lupa kunjung balik ya ide bagus

  2. tuaffi

    blogwalking… Saya juga setuu kalau subsidi dibatasi, toh pada akhirnya yang menikmati juga masyarakat berpunya, jadi seolah- olah useless.. Hehe.. menurut saya.

maaf, blog ini sudah pindah

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s