Mayoritas Caleg Pemilu 2009 Tak Punya Pekerjaan Yang Jelas

pemiluPenelitian yang dilakukan peneliti unair terhadap calon anggota dewan legislatif untuk pemilihan umum 2009 yang dilakukan di KPU Jawa Timur ternyata menemukan sekitar 61% caleg pemilu 2009 tidak memiliki pekerjaan yang jelas.

Banyak dari caleg yang mencantumkan pekerjaan mereka sebagai wiraswasta atau pegawai swasta namun berdasarkan penelitian diragukan kejelasan dan data tersebut. bahkan muncul pendapat kalo proses caleg kali ini seperti lowongan pekerjaan, mereka yang belum punya pekerjaan ditawarin pekerjaan berupa caleg.

Itulah berita yang saya baca dari surabaya pagi dan itulah yang terjadi pada republik ini. penelitian itu memang dilakukan di KPU Jawa Timur, tapi menurut saya tidak menutup kemungkinan keadaan tersebut juga terjadi di daerah lain di seluruh Indonesia.

Banyak saya lihat caleg-caleg yang bermunculan memang berasal dari latar belakang yang bermacam-macam. Banyak juga yang sudah berpengalaman politik tapi lebih banyak lagi yang baru memasuki dunia politik dengan menjadi caleg pemilu 2009.

Ada caleg yang mencalonkan dirinya memang tulus ingin menjadi wakil rakyat tapi banyak juga caleg yang maju karena diajak atau ditawarin menjadi caleg tanpa dilihat kemampuan bahkan ada yang maju karena dimanfaatkan pengaruh, kekayaan atau kontribusi untuk partai bukan untuk rakyat.

Mungkin ada benarnya juga kalo proses perekrutan caleg ini seperti lowongan pekerjaan, mereka yang belum puas dengan pekerjaannya mencoba peruntungan dengan menjadi caleg siapa tau bisa merubah hidup mereka, seperti kita tau bagaimana menjadi anggota legislatif dengan pendapatan yang menggiurkan.

Bahkan ada juga yang ingin menjadi caleg dengan mengeluarkan modal dengan tujuan mendapatkan hasil nantinya menjadi anggota caleg. modal itu sendiri bisa untuk mencetak kartu nama, stiker, spanduk dan sarana kampanye lainnya. Koq jadi kayak dagang saja ya, modal kita keluarkan dulu, hasilnya masih belum tentu, bisa jadi bisa gagal.

Kalo sudah seperti itu logikanya bagaimana untuk memikirkan nasib rakyatnya, tentunya yang pertama dilakukan pasti memikirkan nasib si calon dahulu bagaimana dengan modal yang telah dikeluarkan. Memikirkan mereka dahulu sebelum memikirkan rakyat yang diwakili.

Memang sih ada juga caleg yang berkomitmen untuk berjuang untuk rakyat yang diwakilinya. Semoga saja caleg yang terpilih nanti benar-benar caleg yang berkualitas.

Tinggalkan komentar

Filed under fenomena, kehidupan

maaf, blog ini sudah pindah

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s