Lebaran Tanpa Mudik

Lebaran memang sudah lama berlalu, tapi baru kali ini bisa ada waktu luang update blog ini, memang ada keinginan untuk selalu on ngisi blog ini, tapi waktu lah yang belum bisa kompromi.

Baru lebaran kali ini saya tidak mudik ke kampung halaman, Alhamdulillah kemarin di akhir bulan ramadhan kami mendapat anugrah yang tiada tara dengan adanya si kecil yang lahir di akhir ramadhan.

Ramadhan kemarin memang penuh dengan harap-harap cemas menunggu kedatangan si buah hati, ketika hitungan hari sudah masuk hitungan untuk melahirkan tambah panik ketika dokter bilang harus melahirkan sebelum lebaran, soalnya kalo sampai lebaran nggak melahirkan umur kandungan sudah lebih dari 40 minggu, lahir sebelum waktunya nggak boleh, lahir lewat waktu juga bahaya, waduh bisa berabe nih…

Mbahnya calon si kecil sudah nungguin dari pertengahan puasa, udah 2 minggu koq nggak lahir-lahir, tetangga sudah pada nanyain semua, “koq belum lahir mbak?” yaa memang belum mau keluar nih mungkin masih betah didalam perut ibunya.

Akhirnya 2 hari sebelum lebaran, tibalah saat yang ditunggu-tunggu, lahirlah seorang bayi perempuan ke dunia ini di pagi hari saat orang-orang menikmati sahur. Alhamdulillah ya Allah, terimaksih untuk semuanya atas doanya, semoga anak kami menjadi anak yang solihah.

Dua hari di rumah sakit ibu dan anaknya sudah boleh pulang dari tempat bersalin, dimulailah masa merawat bayi yang “mengasyikkan”

sebagai orang yang junior dan awam mengurus bayi tentu menjadi mas yang sangat sulit untuk menjalani, mandiin bayi aja masih takut-takut, eh mbahnya si kecil sudah harus pulang karena lebaran dan juga adik kami lagi sakit, jadilah kami berdua merawat bayi yang lucu itu.

Bisa dibayangkan betapa repotnya kami merawat bayi dengan “kebodohan” yang kami miliki memaksa untuk mandiri ¬†mengurus keluarga ini. Mungkin kalo yang sudah punya anak bisa membayangkan kerepotan mengurus bayi ketika masih awam dengan hanya berdua saja, Ketika Orang lain sibuk dengan lebaran, kami tenang-tenang saja dirumah, nggak mikir bagaimana kondisi jalan macet ketika mudik dan arus balik. Tidak seperti di tempat lain, tempat kami justru sepi ketika lebaran, maklum lah pada mudik semua, jadilah lebaran kali ini terasa sepi tapi terasa bahagia dengan kehadiran si kecil,

semoga Yang Maha Kuasa pasti memberi petunjuk buat hambanya yang mau bersabar dan berusaha, amin.

Tinggalkan komentar

Filed under anak-anak, kehidupan

maaf, blog ini sudah pindah

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s