Mengatasi Anak Manja

Jika anda terbiasa memenuhi apa yang diminta anak Anda, bisa jadi suatu hari anak Anda menjadi seorang yang tidak terbiasa untuk menerima kata “tidak”, baik dari Anda sebagai orang tuanya atau teman-teman yang bisa saja menjauhinya.

Inilah tanda Anda memanjakan anak Anda :

  • Ketika Anda menyediakan makan di meja, anak Anda tidak mau makan makanan yang sudah tersaji di meja. Anak Anda menginginkan makanan lain, dan Anda membuatkannya meskipun makanan yang ia minta tidak memiliki kecukupan nutrisi untuk perkembangannya. Menurut David Elkind, PhD, pimpinan Perkembangan Anak di universitas Tufts dan penulis buku The Hurried Child: Growing Up Too Fast Too Soon.

Elkind menambahkan, mungkin untuk sekali atau dua kali Anda bisa membuatkan sarapan kesukaannya. Namun jika Anda membuatkan makanan apa yang dimintanya setiap hari dan menolak memakan apa yang ada di meja makan, maka Anda telah memanjakan anak Anda untuk tidak menerima segala sesuatu apa adanya.

  • Luapan kemarahan memang biasa pada anak-anak, tapi jika pada anak 5 hingga 6 tahun melempar segala sesuatu yang ada di sekelilingnya karena tidak mendapatkan apa yang mereka mau, itu bukan merupakan hal yang wajar. “pada satu sisi, bisa jadi itu hanyalah caranya mengungkapkan perasaan, tetapi dengan anak diusia yang sudah cukup maka hal itu bisa jadi manipulasi,” jelas Elkind.
  • Anak Anda tidak mau tidur sendiri tanpa ditemani ayah atau ibunya, bahkan si anak tidak meu ditemani baby sitter atau nenek. Atau tidak mau pergi sekolah jika Anda sebagai orang tua tidak mengantar atau menjemputnya disekolah, ini adalah sebuah masalah. Elkind mengatakan, seorang anak yang sangat bergantung pada ibunya pada saat dewasa nanti dia tidak akan bisa belajar untuk merasa nyaman terhadap dirinya dengan orang lain.

Ada Jalan keluar yang dapat Anda lakukan, seperti :
Menetapkan batas aman anak Anda. Katakan kepada anak Anda, “Jangan sentuh ini”, dan “Jangan berlari di jalan raya.” Jangan lupa jelaskan alasannya mengapa Anda melakukan batasan tersebut dengan perlahan, sehingga ia bisa menerima penjelasan yang Anda berikan.
Katakan hal positif kepada anak Anda. Jangan sungkan dan merasa gengsi untuk katakan “tolong” dan “terima kasih” bahkan kata “maaf” sekalipun jika Anda melakukan kesalahan padanya.
Berbicara lebih terbuka kepada anak Anda. Jika Anda melihat ia seperti sedang menghadapi masalah, maka ajaklah ia untuk duduk bersama Anda dan bicarakan masalahnya lalu carikan solusinya. Jika si anak tetap diam dan tidak mau bercerita, katakan saja, “Ibu tahu apa yang sedang kamu hadapi.” pertanyaan-pertanyaan ‘sok tahu’ Anda akan merangsangnya untuk berspekulasi dan membicarakan apa yang dia hadapi.
Tetap tenang. Jika Anda menghadapi kemarahan anak Anda dengan tempramen yang Anda miliki, masalah tidak akan selesai. Malah si anak akan merasa tidak nyaman dan menghindari Anda. Hadapi dnegan tenang dan lembut, sehingga anak Anda akan merasa ada perhatian dari Anda.

Sumber : Mediahidupsehat.com

Tinggalkan komentar

Filed under anak-anak

maaf, blog ini sudah pindah

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s