Ritual Ketika Anak Lahir

Ada beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan ketika kelahiran anak-anak kita sesuai yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Kegiatan itu diantaranya yaitu :

1. Melakukan adzan di telinga kanan bayi dan iqomah di telinga kiri.

2. Melakukan Tahnik, yaitu mengoleskan makanan yang sudah dikunyah ke langit-langit mulut bayi. Sebaiknya dilakukan dengan kurma, jika tidak ada, bisa diganti dengan madu.

3. Khitan, Para pengikut madzhab Syafi’iy menganjurkan khitan dilakukan di hari ketujuh.

4. mencukur rambut bayi, dilakukan pada hari ketujuh atau bersamaan dengan Aqiqah, dianjurkan juga untuk bersedekah seharga berat rambut tersebut dan dihargai dengan perak. ada ustad yang mengatakan dihargai dengan emas. Rambut dicukur sambil dilantunkan salawat dan setelah ditimbang dimasukkan dalam air dalam mangkok yang dmasukkan juga bunga yang wangi. Setelah dicukur dianjurkan untuk mengusap kepala anak dengan za’faron, atau wewangian lainnya.

5. Memberi nama yang baik, dianjurkan untuk memberi nama Abdullah atau Abdurrahhman. Imam Nawawy juga menganjurkan nama Ibrahim, nama-mana Nabi lainnya atau julukan mereka dan nama orang-orang yang sholeh. ada juga ustad yang menganjurkan pemberian nama dengan nama Muhammad (kalau cowok) atau dengan nama siti (kalau cewek)

6. Aqiqah, yaitu menyembelih hewan, berupa dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan satu ekor bagi bayi perempuan. Aqiqah sangat dianjurkan, bahkan sebagian ulama mewajibkan dalam kondisi kesulitan keuangan sekalipun. Aqiqah ini boleh dilakukan oleh orangtua bayi atau kerabatnya seperti kakek atau paman. Sebagaimana kita juga bisa mengaqiqahkan diri kita sendiri.

Aqiqah sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh kelahiran anak, jika tidak boleh di hari ke empatbelas, jika belum boleh hari ke duapuluh satu atau kedua puluh delapan dan seterusnya

Aqiqah merupakan langkah awal dari sebuah perjalanan panjang mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh. Kita semua berharap, jika langkah awal sudah dimulai dengan sebuah kebaikan akan disambung oleh kebaikan dan keberkahan lainnya yang bermuara kepada keridholan Allah. Kalau bukan karena Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk Aqiqah, niscaya tidak akan kita adakan.

Juga merupakan wujud kesiapan orangtua untuk berkorban materi dalam mendidik anak. Semoga Ayah dan Ibu anak ini diberi kekuatan untuk mensyukuri nikmat yang tidak semua orang mendapatkannya. Semoga Allah menganugerahkan kepada pada orang tua bakti anak-anak mereka.

Anak yang berkah adalah anak yang sholeh dan sholehah. Yang di sela-sela kesibukan nya menghadapi godaan dan rintangan hidup masih menyempatkan diri berbakti kepada kedua orangtua dan mendoakan mereka.

Sumber: berbagai sumber

Tinggalkan komentar

Filed under info

maaf, blog ini sudah pindah

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s