Mengemudi Yang Baik

Mengemudi merupakan aktivitas berbahaya. Namun tidak banyak pengemudi yang menyempatkan diri untuk mengkaji risikonya. Ada 3 kondisi yang perlu dikaji untuk mencapai rasa aman ketika berada dijalan.

Hal-hal yang perlu dikaji adalah kondisi kendaraan, manusia, dan lingkungan (journey management).

Ketiga kondisi tersebut harus dikaji secara benar, bila salah satu element yang ada tidak memenuhi standard keselamatan sebaiknya perjalanan ditunda terlebih dulu untuk mencegah terjadi hal yang tidak kita inginkan, bila route yang akan digunakan dilewati berulang-ulang sebaik route tersebut di kaji dahulu, hal ini sangat penting untuk memaksimalkan operasional kendaraan dan menghindari ketidaktahuan akan adanya ancaman bagi para pengemudi.

Selain itu perlu juga dipahami konsep mengemudi aman atau defensive driving. Istilah atau konsep ini makin sering didengar seiring bertambahnya jumlah mobil.

Selain itu, kita juga sering mendengar istilah safety driving. Konsep ini wajib untuk selalu kita ingat-ingat karena sangat berguna bagi keselamatan berkendara.

Berbeda dengan safety driving yang pengertiannya lebih mengarah ke kemampuan atau skill pengendara, defensive driving lebih lebih mengarah kepada pola, sikap, mental, serta perilaku pengendara.

Dari sekian banyak hal yang perlu diperhatikan, ada 4 poin yang sangat penting terkait dengan defensive driving, yaitu waspada, kesadaran (aware), sikap, dan mental, serta antisipasi.

Kewaspadaan menjadi faktor utama yang menjamin keamanan. Bila sikap waspada dibudayakan, pengemudi akan bertindak benar dalam menghadapi pengendara lain yang mungkin saja ugal-ugalan.

Tidak kalah penting adalah kesadaran. Sebagai pengemudi kita harus memiliki pengetahuan mengenai berkendara yang baik, benar dan aman. Pengetahuan dan pemahaman yang tepat dalam hal berkendara dengan benar dan praktis, akan meminimalisir potensi celaka di jalan raya.

Poin sikap dan mental lebih menegaskan pentingnya cara pandang bahwa sebagai pengendara kita tidak boleh egois dan mau menang sendiri. Yang harus kita utamakan adalah kepentingan umum. Pengemudi yang memiliki sikap dan mental baik, bersedia saling bergantian bila mendapati antrian di jalanan.

Antisipasi menjadi poin pamungkas. Sebagai pengendara kita harus belajar membuat skenario berkendara yang baik sebagai evaluasi setiap kali berkendara. Antisipasi yang tepat juga sangat mempengaruhi keselamatan berkendara.

Paling tidak, bila kita konsisten menjalankan keempat poin itu, akan bermanfaat bagi jaminan keselamatan pribadi. Itulah sebabnya, defensive driving terus disosialisaikan. Harapannya, jika semakin banyak pengemudi yang menerapkan konsep ini, pengaruhnya nanti tentu berimbas ke ketertiban berlalu lintas.

Sumber : okezone.com

Tinggalkan komentar

Filed under otomotif

maaf, blog ini sudah pindah

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s