Mendongeng

ORANGTUA yang mendongeng kepada anak-anaknya sudah menjadi hal langka. Bagaimana dengan Anda?

Dengan mendongeng bisa membuat anak berpikir lebih baik, meningkatkan kreativitas dan daya ingat anak. Bisa juga memicu anak mulai belajar membaca.

Bagi ayah dan ibu yang sibuk dalam menjalankan pekerjaan, untuk bertemu si kecil di sore hari saja sulit. Apalagi untuk memenuhi ritual menemani dan mendongeng pada anak sebelum tidur.

Mendongeng bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, dan ternyata manfaat untuk anak dari mendongeng yang dilakukan oleh orangtua. “Dongeng adalah sebuah sastra lisan pada masa lalu yang mendapatkan tempat di hati anak-anak,” tutur Ketua Umum Lembaga Pelestarian Dongeng Indonesia, Kusumo Priyono Ars.

Psikolog Anak Rumah Sakit Pluit, Rosdiana Tarigan, MPsi, MHPEd mengatakan, mendongeng adalah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh orangtua atau guru. Menceritakan tentang kisah yang tidak nyata atau kisah tradisional dari cerita rakyat atau kisah yang modern.

Dia menuturkan, dalam masa anak bawah lima tahun (balita), dengan mendengarkan dongeng bisa memicu anak agar lebih pandai berpikir dan meningkatkan kreativitas serta daya ingat anak. Juga bisa memicu anak untuk belajar membaca.

Hal senada disampaikan pengarang buku cerita anak Kusumo Priyono. Dia mengatakan bahwa manfaat mendongeng adalah mengajarkan anak agar bersifat kritis. Anak juga bisa memilih cerita baik dan cerita yang tidak baik. “Jadi jika cerita itu baik, akan diikuti olehnya,” ungkap Priyono yang juga dijuluki sebagai Raja Dongeng Indonesia.

Priyono memaparkan, dalam dongeng terkandung nilai moral dan budi pekerti yang bisa dipetik oleh anak sebagai sarana untuk mengembangkan daya kritis anak. “Anak juga bisa berjiwa besar dari mendengarkan dongeng, walaupun dongeng itu penuh khayalan,” tambahnya.

Dengan mendongeng, lanjut Priyono, banyak yang bisa disampaikan. Orangtua bisa berkomunikasi dua arah dengan anak. Tidak hanya menghibur, tetapi mempunyai tujuan-tujuan yang akan disampaikan menurut ceritanya. Misalnya, dongeng Bawang Merah dan Bawang Putih yang mempunyai pesan moral tidak boleh serakah dan tidak boleh iri kepada orang lain.

Dongeng yang baik adalah cerita yang bisa memberikan banyak manfaat pada anak. Rosdiana menuturkan, kriterianya yaitu memiliki unsur mendidik, bahasa yang baik dan mudah dimengerti, kaya kosakata dengan intonasi yang benar, tidak mengandung unsur seksual, mistik, dan kekerasan.

“Dongeng yang baik untuk anak-anak sangat bagus untuk perkembangan anak,” ujarnya.

Tidak hanya terbatas di rumah. Mendongeng juga bisa dilakukan oleh guru di sekolah. Menurut Priyono, dengan mendongeng bisa terbina hubungan kasih sayang, timbul rasa hormat antara anak pada orang yang lebih tua.

Dia berpesan, para orangtua hendaknya meluangkan waktu untuk mendongeng yang bisa menanamkan nilai cinta bangsa dan tanah air. “Yang perlu diingat adalah tanamkan dongeng sejak dini karena mendongeng adalah mendidik dan mengajari seorang anak tanpa memberi kesan menggurui,” pesannya.

Salah seorang guru sekolah taman kanak-kanak, Ibu Ayu Siti Nuraini berpendapat, antusiasme dari anak adalah kepuasan bagi guru dalam memberikan cerita pada anak. Selain itu, dia mengaku sangat menyukai tanggapan anak-anak yang murni dan polos.

“Mendongeng adalah suatu kegiatan yang menyenangkan karena bisa mengembangkan daya imajinasi anak-anak, dan membuat anak lebih kreatif,” ujarnya.

Sumber : Okezone.com

Tinggalkan komentar

Filed under anak-anak

maaf, blog ini sudah pindah

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s