Anak Cerdas Bukan Karena Keturunan
Saya baca judul ini di Kompas.com, ternyata anggapan kalau anak yang cerdas diturunkan oleh orang tua yang cerdas itu salah, memang sih kebanyakan kalo orang tua nya cerdas, trus jadi guru atau dosen gitu anaknya cenderung cerdas, tapi ternyata anggapan itu salah karena faktor genetis menyumbang kecerdasan anak itu hanya sekitar 40 – 80%.
Untuk mencetak anak yang cerdas dan kreatif bisa dengan memberikan gizi dan stimulasi yang tepat.
Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi dan nutrisi yang diberikan kepada anak waktu pertumbuhan perkembangan otaknya yaitu saat usia sampai dengan 3 tahun dan sempurna saat anak usia 5 tahun.
Oleh karena itu bayi dan balita sangat membutuhkan protein , karbohidrat dan lemak Selain itu bayi dan balita membutuhkan vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, AA, DHA, sphyngomyelin (kompleks lipid kandungan lemak di otak), sialic acid, dan asam-asam amino seperti tyrosine dan tryptophan.
Selain gizi diperlukan juga stimulasi yang tepat untuk merangsang perkembangan otak, rangsangan yang diberikan dengan kasih sayang akan melipatgandakan jumlah hubungan antar sel pada otak anak. anak dapat diajak ke tempat yang bervariasi, diajak bermain, memberikan fasilitas penunjang kecerdasan seperti buku, alat musik, halaman untuk bermain, dan ynag pasti adanya stimulasi berupa pendidikan dan pelatihan terutama yang sesuai dengan minat anak.



