Arsip

Archive for the ‘fenomena’ Category

Banyak dari kita Mampu Membeli Sepatu Tetapi Tidak mampu Merawat Sepatu

sepatuHampir semua dari kita mempunyai sepatu. Hampir setiap hari kita memakai sepatu. Tetapi mungkin tidak semua dari kita yang merawat sepatu kita setiap hari.

Berapa hari sekali kita menyemir sepatu kita, berapa hari sekali kita mengelap sepatu kita, berapa hari sekali kita mencuci sepatu kita. Mungkin tidak semua orang rutin merawat sepatunya. Setelah beberapa lama pakai sepatu itu baru sadar kalo sepatunya sudah kusam, “wah sudah waktunya beli sepatu baru nih”.
Read more…

Bulan Ramadhan Menggerakkan Makro Ekonomi

ekonomiSepertinya sudah menjadi tradisi di lingkungan kita, ketika di bulan ramadhan pengeluaran untuk kebutuhan kita justru membengkak. Tidak hanya masjid saja yang ramai orang beribadah, mal-mal pun ikut ramai juga oleh pengunjung.

Pengeluaran kita di bulan ramadhan biasanya akan melonjak atau bahkan mungkin ada yang sampai 2 kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. entah ini bisa disebut sebagai hal yang baik atau hal yang buruk.
Read more…

Pilih Jadi Orang Pintar atau Jadi Orang Bodoh

25/08/2009 santosinta 1 comment

ideaSaya jadi tergelitik saat membaca artikel di artikel.total.or.id, enakan mana jadi orang bodoh atau jadi orang pintar. Dari tulisannya koq sepertinya agak mendingan jadi orang bodoh tapi berhasil.

Anggaplah Bill gates seorang yang tidak sukses ketika sekolah, ada yang bilang tidak punya ijazah S1 (orang bodoh) tapi koq bisa berhasil dalam hidupnya.  Sementara kita lihat banyak lulusan S1 masih pada berebut mencari pekerjaan. jadi enakan mana jadi orang bodoh atau pintar.
Read more…

Categories: fenomena, kehidupan

Mayoritas Caleg Pemilu 2009 Tak Punya Pekerjaan Yang Jelas

pemiluPenelitian yang dilakukan peneliti unair terhadap calon anggota dewan legislatif untuk pemilihan umum 2009 yang dilakukan di KPU Jawa Timur ternyata menemukan sekitar 61% caleg pemilu 2009 tidak memiliki pekerjaan yang jelas.

Banyak dari caleg yang mencantumkan pekerjaan mereka sebagai wiraswasta atau pegawai swasta namun berdasarkan penelitian diragukan kejelasan dan data tersebut. bahkan muncul pendapat kalo proses caleg kali ini seperti lowongan pekerjaan, mereka yang belum punya pekerjaan ditawarin pekerjaan berupa caleg.
Read more…

Seberapa Perlukah Keberadaan Juru Parkir

parkirSering kita jumpai dipinggir jalan atau tempat-tempat kita parkir kita temui tukang parkir atau juru parkir tiba-tiba aja ada mengatur kendaraan kita ketika kita mau pergi. perasaan tadi nggak ada juru parkir koq kalo kita mau pergi jadi ada ya. Padahal bukan jalan yang ramai bukan jalan protokol bukan pula di kawasan pertokoan.
Kadang kita mikir, kenapa disini ada tukang parkir ya, kayaknya nggak perlu deh, jalanan sepi, lebar, ngapain juga ada tukang parkir, malah nggak efektif. rasa-rasanya cuma mau uangnya aja tapi kerja nggak maksimal.

Read more…

Categories: fenomena, kehidupan

Mengapa Presiden Obama Dielu-elukan Rakyat dan Dunia

Akhirnya Mr Barrack Obama dilantik menjadi presiden AS tgl 20 januari kemarin. sperti yang telah diberitakan media, begitu banyaknya manusia yang mengelu-elukan mr obama, dari rakyat AS sendiri maupun dari seluruh penjuru dunia.

Bagi saya baru kali ini pelantikan presiden suatu negara mendapat sambutan yang begitu hangat, begitu bagus, begitu hebat dari rakyatnya bahkan dari seluruh dunia mungkin. sedemikian hebatnya pak obama ini sehingga menjadi harapan besar rakyat AS dan dunia untuk menjadi lebih baik.

Mungkin semua pemimpin atau presiden ingin dielu-elukan rakyatnya, terutama mengelu-elukan secara tulus bukan cuma karena di mobilisasi oleh pihak tertentu. Koq bisa pak obama ini memiliki rakyat mengelu-elukan sebegitu hebohnya.
Read more…

Categories: blog, fenomena, gaya hidup Tag:,

Alhamdulillah BBM Turun Lagi

Akhir-akhir ini lagi ramai dibicarakan harga minyak dunia, yang dulu di APBN diperkirakan kisaran 60 dolar/barrel sempat naik hingga dua kalilipat lebih dari 100 dollar/barrel. Sekarang harga minyak dunia turun hingga 40 dolar/barrel walaupun nilai rupiah turun jauh.

Banyak ‘ahli’ perekonomian yang bilang kalo harga bbm harusnya turun sekian sekian, ada yang tiba-tiba jadi ahli ngitung harga minyak, ada yang bilang harga kemasyarakatan, ada harga perekonomian, nggak tau lah mana yang benar, yang pasti ya harga bbm, gitu aja. ada juga yang ngitung harga BBM terhadap apbn (baca)
Read more…

Categories: fenomena Tag:

Fotomodel pinggir jalan

Akhir-akhir ini makin banyak saja foto foto para model dipasang di pinggir jalan, ada yang ukuran hingga yang ukuran besaar.

Biasanya foto mereka disertai dengan nomor urut dan angka-angka yang tujuannya supaya mudah diingat.

terkadang juga disertai dengan background foto orang terkenal yang menjadi pengayom mereka, biar mudah dikenal dan semakin terkenal.

Fotomodel itu adalah para caleg yang ingin mengenalkan mereka kepada masyarakat.  banyak dari mereka yang sebenarnya masyarakat nggak kenal, nggak tahu dan nggak mau tahu.

sepanjang jalan-jalan jadi penuh dengan  foto-foto mereka hampir disetiap kota pasti ada, bukannya mempercantik kota, tapi malah bikin semrawut. bukan hanya dikota, ditempat saya yang ndeso saja ada, malah foto para ketua partai yang belum tentu kejelasannya.

Dari masang-masang foto itu saja sudah bisa dipastikan berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh para caleg itu. ya kalau jadi kalau nggak jadi kan itu hanya menguntungkan partainya saja dan beberapa orang yang nongkrong di “urutan jadi” saja. ketika masyarakat tidak mengenal mereka dan hanya mengenal partainya saja tentu suara untuk partai akan mengalir, tapi suara untuk si calegnya itu belum tentu, masih belum jelas urut jadi atau benar-benar siapa dapat banyak dia jadi.

Ada kejadian juga, mau jadi caleg itu seperti mau cari kerjaan saja, bukan ‘panggilan hati nurani untuk membangun bangsa’. mereka mencoba menjadi caleg untuk mengadu nasib peruntungan menuju nasib lebih baik.  daripada sekarang kerja nggak jelas mendingan jadi caleg.

Kalo sudah begini, mau jadi kayag gimana legislatif nantinya,  yang rugi rakyat juga nantinya.

Categories: fenomena Tag:,

Monster Ancol? Gitu Aja Heran

Beberapa hari yang lalu sempat heboh karena diberitakan adanya monster ancol, sampai-sampai wapres Jusuf Kalla pun sempat heboh.  Apalagi video monster ancol bisa dilihat dari seluruh dunia via you tube.

Ada yang bilang moster ituberbahaya, ada yang bilang binatang aneh, macam-macam pokoknya, kalo dilihat dari videonya sih kayaknya ikin kecil-kecil yang ngerubutin ikan gede yang lain , itu aja.

Nggak lama kemudian diketahui bahwa yang mem-posting video di you tube adalah seorang remaja yang ketika lagi mancing liat ikan-ikan itu kemudian heran dan memberi nama kejadian itu dengan nama monster ancol.

Setelah menjadi heboh dan menjadi perhatian dari berbagai kalangan, akhirnya pihak ancol bersama LIPI meneliti apa dan bagaimana “monster ancol” tersebut. Hasilnya ternyata bukan binatang berbahaya, hanya fenomena biasa.

Dasar anak kota, gitu aja ngga tau, jaman saya di desa dulu kalo ikan ngerubutin ikan yang lain itu sih biasa. nggak heran gitu. Maaf ya, biasanya kan orang kota ngatain anak desa dengan “Dasar wong Ndeso” Ora ngerti apa-apa, kayak ngono wae heran. lha ini malah kebalikannya, menurut saya kejadian itu disungai atau di pantai biasa saja, eh koq malah jadi heboh.

Memang anak sekarang ini, kurang ngerti tentang alam dan lingkungannya, ada saudara saya lihat sawah aja girangnya bukan main, ada air bening mengalir senang betul, jaman saya dulu tiap hari main ya di sawah, berangkat sekolah pulang sekolah ya liat gunung, kalo pagi masih banyak embun.

Bedanya anak sekarang gadgetnya keren-keren, saya dulu tv aja hitam putih, memang jaman sudah berubah. Tapi mungkin masih bisa lah ya, kalo kita kasih ngerti alam dan lingkungan bagus, ilmu bagus, technologi juga OK, yang seimbang gitu kan enak, kata orang tua dulu kan “ojo gumunan”, jangan gampang heran.

Categories: fenomena Tag:, ,

Bagaimana “Memilih” Pengemis

Sering kali kita bertemu dengan pengemis di lampu merah, di masjid. Apalagi ketika bulan ramadhan ini. Sepertinya semakin bertambah banyak saja pengemis yang ada. Bahkan, katanya nih, ada yang didatangkan dari luar kota. ada yang mengajak anak-anaknya, ada yang masih gagah, ada yang masih muda ada juga yang tua.

Kadang juga kita merasa “nggak terima” kalo ada pengemis yang menurut kita “masih kuat” untuk berusaha, masih muda, masih sehat dan lain sebagainya.

Tapi, sebenarnya bagaimana sih seharusnya, kalo kita pake dasar kita harus berbagi sesama, ber infaq kepada sesama, ya untuk siapapun itu kita harus ikhlas untuk berbagi, baik untuk yang masih muda, masih kuat ataupun yang sudah renta atau yang membawa anak-anaknya yang masih kecil.

Tapi jujur nih ya, kalo kita ketemu dengan pengemis yang kayaknya masih gagah, muda gitu koq jadi gimana ya, jadi malah mengurangi keikhlasan gitu ya. misalnya di lampu merah ada pengemis yang masih muda, pasti pikiran kita “ah masih muda, biarin aja deh” atau “koq nggak kerja sih orang ini”. Akhirnya kita malah nggak ngasih sama sekali.

Kadang juga kita punya pikiran “Ntar ajalah kalo ngasih buat yang benar-benar memerlukan aja” tapi kan kita nggak tahu juga mana yang benar-benar perlu, memangsih kadang kita pikir kita hanya akan memberi untuk yang perlu saja, untuk yang sudah nggak kuat kerja atau untuk yang sudah lemah misalnya. tapi bagaimana mimilah-milah hal yang seperti itu, mungkin aja mereka melakukan itu karena memang terpaksa, daripada melakukan kejahatan, nyopet, nyuri misalnya.

Dari situ ujung-ujungnya kita malah nggak ngasih sama sekali, bukankah mereka itu ladang pahala buat kita, tapi memang bingung juga kalo udah melihat kondisi masyarakat yang seperti itu.

Bagaimana menurut anda?

Categories: fenomena, gaya hidup