Saya terinspirasi menulis ini dari blackberry messenger yang saya dapat dari teman saya beberapa bulan lalu. Memang sudah lama tapi masih teringat karena isi dan hikmahnya yang bagus.
Jadi diceritakan ada seorang yang datang ke ustad dan menceritakan tentang masalahnya yang sering tertimpa ketidakberuntungan. orang ini merasa bahwa Tuhan tidak pernah mendengarkan doa darinya, padahal dia merasa sudah melakukan apa yang diwajibkan oleh Allah, orang ini merasa tidak pernah membuat masalah, berusaha sekuat tenaga tidak pernah berbuat dosa, tidak pernah merugikan orang lain, tapi koq masih saja sering ditimpa kesialan.
Orang ini heran, kenapa temannya yang jarang beribadah, tapi koq sepertinya nassibnya selalu baik, jarang tertimpa kesusahan. dengan ini dia merasa Tuhan tidak adil.
Sang Ustad yang sedari tadi mendengarkan keluh kesah orang itu akhirnya angkat bicara. Baiklah, biar lebih bisa memahami saya mau tanya
Pernahkah kamu didatangi oleh seorang pengamen ?, tanya sang ustad
pernah ustad, kadang waktu makan, kadang juga waktu di lampu merah, kenapa ustad ?
kamu beri uang nggak, desak sang ustad
Ya tergantung ustad, tergantung dia nyanyinya bagus nggak,
Langsung dikasih atau nunggu selesai dulu nyanyinya, tanya sang ustad lagi
Ya kalau jelek lagunya nyanyinya jelek kadang nggak dikasih atau kadang langsung kasih aja ustad, nggak usah pakai dengerin lagu dulu.
banyak nggak ngasihnya
ya dikit aja ustad
Nah kalau nyanyinya bagus gimana
Kalau nyanyinya bagus ya saya dengerin lagu dulu , sampai selesai tapi ntar saya kasih uangnya banyak gitu.
Nah, itulah yang aku maksud, ibarat pengamen, ketika kamu berdoa, akan didengar oleh Allah, kalau doanya kurang bagus, ya langsung dikasih aja sama Allah tapi dikit, tapi kalau doanya bagus akan didengar dulu dan nantinya akan diberi yang jauh lebih besar daripada yang doanya asal-asalan saja.

